Rabu, 10 September 2008

Sebuah Kisah

Ilustrasi Story

Hari itu tanpak larut. Kuhentikan langkahku disini. Hatiku tidak mampu lagi memberi mimpi. Larut, larut pergi bersama kenangan. Mungkinkah ini akhir dari kisah Ardi. Kisah cintannya tak seindah kehidupan seharinya. Terus menerus harus menghentikan cintanya di sebuah kisah yang telah terjaga. Ia hanya tanpak terdiam menatapi langit yang kosong dengan awan. Setelah kemarin memberikan hasil keputusan hatinya kepada Fitri.

“Tak ingin melanjutkan”, begitu katanya.

Tapi apakah itu memang keputusan akhir…, tidak mampu untuk dipikirkannya lagi.

Tak satu orang pun yang datang ketika masalah itu menghampirinya. Ia hanya mampu melewatinya dengan menghayalkan kisah-kisah bahagia yang menemani nya.

Terkesan menutupi masalah meruupakan salah satu cirri khas Ardi. Tetapi dibalik itu semuanya sebenarnya ia tidak mampu. Ia sedang membutuhkan seseorang, ia sedang membutuhkan seseorang.

Ayo bantulah, bantu ia dengan sedikit dukungan dan juga nasihat. Begitu yang seharusnya dilakukan sang teman, ketika hati itu mulai terpuruk.

Tak mampu untuk berkata seharusnya mengerti akan paras wajah yang mulai berubah masam.

Tapi mengapa tidak muncul juga. Hingga akhirnya melewati hari itu. Dan bertekad untuk mengahadi nya sendiri. Tetapi seandainya hari itu sang penanti mengerti, dan sang penunggu mampu membaca tidak akan larut seperti ini. Adaikan semua itu terjadi dengan begitu bainya.

Tapi apakah mungkin ini jalanya…

Sampai sekarang Ardi belum mampu menjawab semua itu, ia masih saja larut dengan sebelum-sebelumnya. Dimana yang lainnya, berhasilkah Ardi menutupi masalahnya dengan paras wajah yang tanpak terseyum. Dan apakah memang seharusnya ketika mampu bercinta mampu juga untuk selalu terpuruk.

Dihari-hari berikutnya, ketika itu Ardi hanya mampu melewati harinya lagi dengan sebuah gitar kopong nya. Terus bermain, dan terus menghidupi suasana.

Tertolong sedikit, tetapi tak sepenuhnya. Kala baiknya akhirnya terciptalah lagu-lagu yang sedikit menolong nya untuk berkreasi dan dapat melepaskan semua amarah yang selama ini telah terpendam. Andaikan Ardi itu aku???

Tidak ada komentar: